Halo guys. Berjumpa kembali dengan saya. Pada kesempatan kali ini saya akan
membahas mengenai “Amankah berinvestasi di Perdagangan Berjangka?”. Sebelum
saya melanjutkan pembahasan mengenai hal tersebut saya akan menjelaskan latar
belakang yang mendorong saya menulis
artikel ini. Kasus penipuan dalam hal investasi
pernah terjadi dan merugikan masyarakat. Hal ini membuat resah dan
menyebabkan trauma bagi masyarakat dalam berinvestasi. Misalnya, penipuan yang
dilakukan Koperasi Langit Biru dan Investasi Amanah I (IA1). Investasi Amanah yang berkedok agama ini berhasil menjerat 13000
investor. Berita ini dikutip dari majalah Investor edisi november 2012. Investasi
yang berkedok forex (foreign exchange) ini menjanjikan kepada investornya
keuntungan sebesar 100% - 200% dari nilai investasi nasabah.
Pada bulan-bulan awal investor akan menerima keuntungan seperti yang
dijanjikan. Kemudian pembayaran berhenti, dengan berbagai dalih hingga akhirnya
dana pokok investasi tidak bisa ditarik. Janji keuntungan besar yang ditawarkan
menjadi daya tarik utama dari penipuan ini. Janji ini yang menyebabkan investor
terbuai dan membutakan nalar akan
legalitas investasi bodong ini.
Korban dari investasi ini yang berasal dari Kalimantan pernah ditanyai
mengapa tertarik dengan investasi tidak legal, dan beliau mengatakan bahhwa
beliau menerima keuntungan setiap bulan. Alasan rekomendasi dari teman dan
saudara juga menjadi faktor penentu
keputusan bergabung atau tidak. “Teman saya manajernya kok…. gak mungkin bawa
lari uang saya” ujarnya saat itu yang baru berinvestasi 3 bulan. Beberapa bulan berikutnya pembayaran
lambat, dan kemudian akhirnya benar-benar macet.
Contoh kasus lainnya adalah dihentikannya kegiatan seminar/workshop forex
yang diindikasikan sebagai bentuk investasi ilegal pada Jumat (8/4/2016) lalu
di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru yang digelar oleh Bambang Sugiarto
dengan dugaan disponsori oleh broker luar negeri (FBSfinance freedom success)
yang tidak terdaftar di Bappebti.
“Penghentian ini karena sarana seminar/workshop ini tidak memiliki izin
dari Bappebti yang berpotensi menjadi sarana perekrutan masyarakat untuk
menjadi nasabah dan selanutnya berinvestasi forex dan gold,” kata Sriharyati,
Kepala Biro Hukum Bappebti.
Modus investasi seperti ini benar-benar mudah mempengaruhi masyarakat kita.
Setelah mengetahui fakta-fakta di atas apakah anda berpikir bahwa
berinvestasi perdagangan berjangka aman? Saya jawab aman kok. Saya punya alasan
kenapa menjawab aman karena Saya tahu tips-tips memilih investasi yang legal
dan resmi. Supaya tidak tertipu dengan investasi bodong seperti di atas Saya
akan memberikan saran kepada Anda yang berminat untuk investasi namun belum
tahu cara memilih investasi yang legal dan aman supaya keamanan dana anda
terjamin dan anda mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut. Berikut tips-tips
memilih investasi yang legal.
1.
Jangan cepat percaya janji
untung besar (fix profit).
2.
Transaksikan modal Anda di
pialang resmi dan ketahui alamat kantornya secara fisik. ( Bisa di cek juga di www.bappebti.go.id )
3.
Periksalah izin pialang
tersebut. Pialang resmi akan mendapat izin resmi dari badan pengawas berjangka
atau Bappebti.
4.
Pastikan wakil pialang
memiliki sertifikat resmi wakil pialang dari Bappebti. Pilihlah manajer
keuangan yang tepat.
5.
Pahami produk dengan
melakukan simulasi perdagangan.
6. Lakukan transfer dana ke
rekening terpisah (segregated account) yang terdaftar di bursa. Jangan mentransfer
dana ke rekening pribadi fund manager atau rekening yang belum diizinkan
otoritas. Berikut ini adalah segregated account yang dipilih pemerintah: Bank
Windu, Bank Niaga, Bank BNI, Bank Sinarmas, BCA.
7.
Ada dua transaksi dalam
perdagangan berjangka, yaitu bilateral (sistem perdagangan alternatif/SPA) dan
multilateral. SPA merupakan perdagangan berjangka keuangan/forex sedangkan
multilateral adalah kontrak komoditas.
8.
Pelajarilah karakteristik
perdagangan yang sudah Anda pilih. Kemudian belajarlah untuk berhitung,
perdagangan berjangka adalah manajemen keuangan. Layaknya bisnis, ada perhitungannya juga strateginya untuk
meminimalisasi kemungkinan kerugian.
Untuk menghubungi Bappebti
bisa melalui email Bappebti, nomor telepon (021) 31924744 atau pusat layanan sms
di 0811-1109901.
Itu saja sih saran dari
saya untuk kalian yang berminat untuk investasi. Jangan takut untuk
berinvestasi karena investasi ada untuk masa depan Anda. Kalau tidak sekarang
kapan lagi?

Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar menggunakan hati nurani dan komentar tidak boleh mengandung SARA dan Hoaks.